Archive for May, 2008

Potret : Anak Tidak Mampu Bisa Belajar Komputer Gratis

Karena tersendat biaya, banyak anak dari keluarga kurang mampu tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tambahan yang dibutuhkan. Salah satunya pendidikan keterampilan menguasai teknologi komputer.

Fakta ini menginspirasi Yayasan HOPE Indonesia membuka Computer Trainning Center (CTC) sebuah program gratis pendidikan komputer. “Program ini direncanakan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapat pendidikan komputer selama tiga bulan,” kata Program Manager Yayasan HOPE Indonesia Sumut, Rabinsar Parulian Silalahi kepada Global, belum lama ini. Sebenarnya program pendidikan komputer gratis ini, dirintis sejak 7 Januari 2007. Waktu itu kegiatannya dilaksanakan di Blok C No 7/8 kompleks MBC, Jalan S Parman Medan. Terselenggara berkat kerja sama dengan Yayasan Lions Club Medan Pioneer.

Menurut Rabinsar, pihaknya tahun ini kembali menggelar program serupa, namun bekerja sama dengan Wisma Taman Sari di Jalan Kapten Muslim No 94 B Medan. Berkat kerja sama ini, di tempat itu sudah terbentuk satu ruang belajar lengkap dengan komputer 6 unit dan telah disepakati bersama program ini akan diadakan selama 3 tahun. Yayasan HOPE Indonesia mengadakan program ini secara serentak di 6 kota yakni, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Nias dan Jayapura. Sekarang sudah memasuki training angkatan kedua untuk belajar selama 3 bulan dengan menerima 30 orang siswa. “Mereka akan dilatih materi dasar perkantoran berupa pengenalan komputer, Office, Microsoft Word, Microsoft Exel, Power Point dan pengenalan internet,”kata Rabinsar.

Menurut Rabinsar, Yayasan Hope bertanggung jawab menjalankan program ini dengan memastikan siswa belajar sesuai dengan program yang sudah ditentukan hingga tamat, dan setelah tamat akan menerima ijazah sesuai dengan standar kelulusannya. “Tentunya program ini tidak hanya untuk sementara saja, dengan mengharapkan bantuan dan dukungan dari masyarakat Medan, program ini bisa berkelanjutan dengan jangka waktu yang cukup lama sehingga semakin banyak anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu ditolong,” papar Rabinsar.

Rabinsar mengharapkan program ini dapat menjadi satu sarana bagi masyarakat untuk bisa memerhatikan anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung, sehingga dengan keterampilan yang mereka miliki mereka mendapat pekerjaan yang lebih baik dan membawa keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Banyak anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah tidak mempunyai kesempatan untuk mendapat pendidikan lebih maju, sementara dunia kerja sekarang ini tidak hanya membutuhkan bukti kelulusan dari sekolah, tetapi juga dibarengi dengan keterampilan-keterampilan lain. Mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk mengatasi kemiskinan di Kota Medan,” ujar Rabinsar.

Potret : Chandra Kusuma School (Sekolah Standard Internasional)

Cambridge International, Memberikan Predikat Centre kepada Sekolah Lokal

Sejak Mei 2008 ini, Chandra Kusuma School mendapat status baru sebagai International Centre dari University of Cambridge International Examinations (CIE). Sebagai centre, Chandra Kusuma School sekarang dapat menawarkan ragam kualifikasi yang dapat diterima di dunia internasional, termasuk Checkpoint dan International General for Se-condary Education dari Cambridge.

University of Cambridge International Examinations (CIE) merupakan penyelenggara kualifikasi terbesar di dunia untuk usia 14-19 tahun. CIE juga menawarkan ragam kualifikasi yang dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan internasional. Kualifikasi yang dimiliki CIE termasuk Cambridge IGCSE dan International A/AS Level. Kualifikasi CIE ini diterima di 150 negara, sangat dikenal di berbagai perguruan tinggi, penyelenggara pendidikan dan perusahaan di seluruh dunia.

Ann Puntis, Chief Executive dari University of Cambridge International Examinations menyambut gembira kerja sama dengan Chandra Kusuma School. “Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Chandra Kusuma School kini telah terdaftar sebagai Centre. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang dalam jangka panjang, sehingga dapat memberikan benefit kepada semua siswa di wilayahnya,” katanya.

Sebagai Centre dari Cambridge International, Chandra Kusuma School kini dapat menawarkan kepada siswa di Indonesia kualifikasi terbaik yang dikenal di seluruh institusi pendidikan dan perusahaan di seluruh dunia.

Hal senada dinyatakan Mrs Malahayati Holland selaku Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri. “Chandra Kusuma School bangga dapat bekerja sama dengan Cambridge, sebagai pengembangan pelayanan kami di sektor pendidikan sekaligus menawarkan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas akan pendidikan bermutu,” ujarnya.


Chandra Kusuma School

Chandra Kusuma School didirikan tahun 2003. Sejak awal didirikan sekolah ini untuk memberikan kontribusi yang berbeda di dunia pendidikan di Sumatra Utara. Di Chandra Kusuma, siswa diajarkan untuk belajar secara mandiri, belajar teori melalui praktik dan lebih mementingkan pemahaman esensi dari pelajaran. Seperti perjalanan field trip untuk tingkat secondary, siswa langsung dihadapkan antara teori dan kenyataan yang terjadi di alam. Untuk mengetahui tingkat penalaran mereka, setelah itu akan dilakukan pengetesan pemahaman melalui ujian.

Yang penting untuk proses belajar mengajar adalah fasilitas serta lingkungan yang mendukung. Karena kenyamanan yang diterima siswa membantu proses penyerapan ilmu yang dibutuhkannya. Fasilitas yang diberikan Chandra Kusuma School terhadap muridnya semua mengacu kepada kebutuhan akan keingintahuan siswanya.

Untuk tingkatan secondary, hal yang berbeda pada tingkat secondary di sini adalah siswa dapat memilih kurikulum yang akan dipelajarinya. Bisa menggunakan kurikulum nasional, ataupun kurikulum Cambridge International Examinations (CIE). Kurikulum CIE ini diadakan untuk mempermudah siswa yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri. Bagi siswa yang berminat mengikuti kelas persiapan CIE ini harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik, karena bahasa pengantar dan text book-nya memakai bahasa Inggris. Untuk bahan ujian dan lembar jawaban akan didatangkan langsung dari Inggris. Ujian akan dilaksanakan bulan Mei, Juni dan November setiap tahunnya. Ujian-ujian yang tersedia di Chandra Kusuma adalah Cambridge Checkpoint, Cambridge IGCSE dan A Level.

Cambridge Checkpoint

Kelas persiapan untuk ujian Checkpoint akan berlangsung selama dua tahun, yaitu pada tingkat Secondary 1 & 2 (SMP kelas 1 hingga 2). Subject yang diajar dan diujikan adalah English, Mathematics dan Science.

Kurikulum nasional masih tetap diajarkan kepada siswa checkpoint, agar siswa masih tetap dapat meneruskan pendidikan mereka di program nasional bila diinginkan. Cambridge Checkpoint bisa sangat membantu siswa dan orangtua siswa untuk mengetahui kemampuan mereka pada tingkat ini dan membantu memutuskan apakah siswa akan melanjutkan ke program Cambridge berikutnya yaitu Cambridge IGCSE.

Cambridge IGCSE

Kelas persiapan untuk tingkat ini akan dimulai pada tingkat Secondary 3 s/d 4 (SMP kelas 3 hingga SMA kelas 1). Subject wajib yang diajar dan diujikan adalah English, Mathematics, Physics, Biology dan Chemistry. Namun masih ada beberapa subject opsional yang bisa dipilih oleh siswa sesuai minatnya, seperti Information and Communication Technology, Business Studies dan Bahasa Indonesia. Pada masa akan datang, subject opsional yang diajarkan dan diujikan masih akan dikembangkan lagi. Selain itu, kurikulum nasional juga masih tetap diajarkan untuk siswa IGCSE, sehingga siswa masih dapat mengikuti ujian nasional sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan Nasional.

A LEVEL

Kelas persiapan pada tingkat A level juga memakan waktu dua tahun, yaitu pada Secondary 5 s/d 6 (SMA kelas 2 hingga kelas 3). Pada tahap ini siswa tidak dianjurkan lagi untuk mengambil kurikulum nasional, karena pada tahap ini siswa diharapkan sudah terkonsentrasi dengan jurusan yang akan diambil pada saat di perguruan tinggi nanti.

Penundaan Dana Pendamping Perencanaan Kab/Kota

Dengan adanya Surat Pemberitahuan dari Kementerian Keuangan, maka diumumkan bahwa Dana Pendamping Perencanaan Kab/Kota se Indonesia di tunda, hal ini disebabkan pemotongan Alokasi Dana yang diperuntukkan ke Dinas Pendidikan di masing-masing Provinsi. Berikut Dilampirkan Surat Pemberitahuannya dan Sekaligus Permintaan Maaf dari Pendamping Provinsi Sumatera Utara 2008.

Kepada rekan-rekan pendamping Kab/Kota agar tetap solid, karena ada beberapa solusi yang akan dibuat agar dapat saling bekerjasama dengan ICT Center di SMK.

Demikian disampaikan kepada rekan-rekan agar dapat dimaklumi.

LKS TIK Tingkat Provinsi Sumut 2008

Tanggal 13 Mei 2008 Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera melakukan seleksi LKS TIK tingkat provinsi Sumatera untuk pertama kali diadakan. Untuk lembaga penyeleksi di berikan kepercayaan LDP (Lembaga Diklat Profesi) Sumut untuk melakukannya agar terlihat seportif.
Bidang lomba yang di lombakan adalah : Web Design, IT/Softwere Aplication dan Animation.

Dalam pemantauan saya selama 2 hari, penyeleksian ini terkesan mendadak (mungkin karena diadakan tepat hari terakhir Ujian Akhir Sekolah) yang membuat sekolah-sekolah di Kab/Kota belum siap untuk mengirim siswa-siswanya. Kab/Kota yang mengirimkan siswa-siswanya antara lain ; Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Labuhanbatu dan Batubara, padahal mungkin masih banyak dari Kab/Kota yang lain mempunyai potensi.

Pengumuman hasil seleksi langsung di umumkan panitia hari itu juga dengan Pemenang untuk Web Design di wakili Kota Medan, IT/Softwere Apllication di wakili Kab. Deli Serdang dan Animation diwakili oleh Kab. Tanah Karo. Penguman ini berlangsung santai di ruang makan tanpa ada beban dari masing-masing Kab./Kota yang mengikuti.

Talk Show SMK Al-Washliyah Sigambal


Minggu, tanggal 11 Mei 2008, saya di telpon Kepala SMK Harapan Al-Washliyah Sigambal yang isinya mengundang saya dari ICT Center untuk Talk Show SMK yang di selenggarakan oleh salah satu Radio milik Pemkab Labuhanbatu.
Talkshow SMK yang merupakan acara baru ini membahas tentang Dunia Pendidikan dan IT. Sebenarnya acara ini bertujuan menampilkan Profil Sekolah, Pemelajaran (Sarana dan Prasarana), siswa dan Guru berguna untuk dapat menjadi pilihan orang tua siswa agar selektif dalam memilih sekolah untuk anaknya. Yang menarik dalam acara ini orang tua calo siswa baru dapat melakukan dialog interaktif dengan kepala SMK ini guna lebih jauh mengenal sekolah tersebut dan program sekolah mendatang.
SMK Harapan Al-Washliyah Sigambal didirikan pada tahun 2005, dengan Kelompok Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Program Keahlian Tehnik Komputer Jaringan (TKJ) dan baru tahun ini menamatkan siswa. Jumlah siswa sampai dengan saat ini adalah 140 orang. Prasarana Praktek mempunyai 1 lab komputer dan 1 lab. teknisi dan jaringan.
SMK ini salah satu client ICT Center yang berjarak 7 km sampai dengan sekarang mulai melakukan pengembangan dengan memanfaatkan BTS yang ada guna mengembangkan ke sekolah-sekolah sekitarnya. Sekarang pemanfaatan BTS yang ada sudah dimanfaatkan ke rumah-rumah guru yang memerlukan informasi melalui dunia maya dengan menggunakan sarana wireless.
Kedepan diharapkan lebih pro aktifnya Kepala-kepala SMK di daerah dalam memajukan SMK-SMK di daerah.